Preservasi Jembatan Pamuruyan Existing, KemenPU Fokus Tangani Scouring pada Pilar Jembatan

Redaksi
Minggu, 30 November 2025 | 08:27 WIB Last Updated 2025-11-30T01:29:52Z
terbit.id, Sukabumi - Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) melaksanakan pekerjaan preservasi Jembatan Cipamuruyan di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Pekerjaan ini merupakan pemeliharaan terhadap jembatan existing,  Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kondisi struktur jembatan tetap aman, terutama setelah ditemukan adanya scouring di sekitar pilar jembatan.

Preservasi Jembatan Pamuruyan di ruas Jalan Nasional Sukabumi - Bogor resmi berjalan. Jembatan yang menjadi satu-satunya jalur penghubung utama tersebut kini mendapat perhatian khusus melalui program pemeliharaan dari Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).

Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.1 Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Barat, Warso, menjelaskan bahwa pekerjaan ini murni bersifat preservasi, yaitu pemeliharaan terhadap jembatan eksisting dimana didalamnya terdapat penanganan scouring dan pelapisan ulang aspal yang bergelombang disekitar area jembatan.

“Gambaran utamanya sebenarnya pekerjaan kami itu adalah preservasi jembatan. Yaitu pemeliharaan terhadap jembatan Cipamuruyan eksisting yang ada di Desa Pamuruyan Cibadak” ujar Warso, kepada terbit.id, Sabtu (29/11/2025). 

Menurutnya, penanganan yang menjadi fokus utama adalah scouring yaitu proses pengikisan akibat air yang mengalir deras dengan kecepatan tinggi di sekitar pilar jembatan akan membawa pergi sedimen seperti pasir dan kerikil, yang kemudian menciptakan lubang gerusan lokal di sekitar fondasi jembatan.

“Pilar utamanya itu mengalami scoring, pelindung pilar mungkin bahasa kami akibat gerusan derasnya air di sekeliling pelindung pilar. Kerusakan-kerusakan itu yang nantinya akan kami tangani,” jelasnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pihaknya telah menyiapkan buis beton yang nantinya juga di cor akan dipasang mengelilingi pilar yang mengalami scouring itu. Penanganan ini dilakukan sebagai proteksi terhadap pilar jembatan dan memperkuat kembali struktur penopang jembatan.

Warso menambahkan bahwa pemeliharaan ini merupakan langkah pencegahan agar kondisi jembatan tetap dalam kondisi aman dan tidak membahayakan struktur bangunan jembatan. 

Ia mengatakan, “Sebetulnya pemeliharaan itu terhadap kerusakan atau gejala akan rusak. Sebelum rusak pun kalau ada gejala sebaiknya kita melakukan pencegahan. Ketika ada gerusan kita tangani sekarang.”

Selain pada pilar, pemeliharaan juga menyasar area sekitar jembatan, khususnya perkerasan jalan yang bergelombang. Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan aspal yang bergelombang dengan Cold Milling Machine dan dilanjutkan dengan Overlay mengganti dengan lapisan aspal baru pada dua arah, baik ke Cibadak maupun menuju Nagrak sepanjang kurang lebih 250 meter.

“Di perkerasan jalan itu ada yang bergelombang, jadi masuk dalam bagian pekerjaan ini. Ke arah Parungkuda kurang lebih 100 meter dan ke arah Cibadak sekitar 150 meter,” ujarnya,

Warso memastikan pekerjaan preservasi ini tidak akan mengganggu arus lalu lintas karena sebagian besar pengerjaan dilakukan di luar badan jalan, kecuali saat perbaikan aspal yang bergelombang, kita akan berkoordinasi dengan Satuan Lalulintas Polres Sukabumi dalam rekayasa lalu lintasnya nanti. 

“ Untuk pekerjaan scouring tidak terlalu mengganggu akses lalu lintas. Paling jika ada alat berat dan saat material datang, itu pun langsung masuk ke area jembatan,” terangnya, sedangkan saat perbaikan. Perkerasan jalan pastinya akan dilakukan rekayasa lalulintas dengan buka tutup jalan yang akan kami koordinasikan dengan kepolisian Satuan Lalulintas Polres Sukabumi."

Pekerjaan preservasi ini memiliki batas waktu hingga akhir Desember 2025. Pihaknya berharap cuaca mendukung agar proses di lapangan berjalan maksimal.

Proyek ini menggunakan anggaran sebesar Rp2,1 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum. Penyedia jasa CV Hikarana Utama

“Pelaksanaan hingga waktu sampai akhir Desember. Mohon doanya Mudah-mudahan cuaca mendukung dan berbagai upaya serta metode di lapangan dapat terlaksana maksimal,” pungkas Warso. (R.Cking). 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Preservasi Jembatan Pamuruyan Existing, KemenPU Fokus Tangani Scouring pada Pilar Jembatan

Trending Now

Iklan