Menteri Koordinator PMK RI Pastikan Penanganan Longsor Tol Bocimi Sudah Berjalan Baik

Redaksi
Rabu, 17 April 2024 | 14:30 WIB Last Updated 2024-04-17T07:32:46Z
TERBIT.ID, Sukabumi - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, serta unsur pejabat lainnya memastikan bahwa penanganan lokasi longsor di ruas tol Bocimi KM 64 tepatnya di Kampung Sikup, Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah ditangani dengan baik, Rabu (17/4/2024).

Informasi dihimpun terbit.id, Kunjungannya bersama sejumlah pihak terkait, termasuk dari kementerian PUPR, Kepala BNPB, Danrem 061/SK, Forkopimda, Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, menunjukkan koordinasi yang intens dalam mengatasi dampak peristiwa tersebut.

“Mudah-mudahan ini perbaikan jalan tol segera bisa selesai, kira kira 3-4 bulan akan selesai, dan mudah mudahan tahun baru libur atau Nataru nanti sudah bisa dilewati secara normal,” jelas Menko PMK Muhadjir Effendy, pada Rabu (17/4/2024).

Disinggung mengenai keberadaan Tol Bocimi berada di lokasi lerengan curam. Muhadjir menjawab, bahwa sebelum melakukan pembangunan jalan tol, diyakini pasti akan ada mekanisme penghitungan yang sangat cermat. Namun demikian, memang ada faktor-faktor yang muncul baru sebagai indikator yang menjadi penyebab terjadinya peristiwa yang tidak dikehendaki. Seperti jalan tol yang longsor ini.

“Sebetulnya itu, sudah ada mekanismenya termasuk BPJT, Kementerian PUPR, kemudian dari operator jalan tol itu sendiri. Ini biasanya sudah melakukan koordinasi, jadi mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” tandasnya.

“Tentu saja dari berbagai pihak terus mencermati kemungkinan-kemungkinan yang terjadi lagi, di beberapa titik yang saya tahu tahun ini hanya ini saja yang terjadi selama mudik,” ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai upaya Menko PMK yang akan dilakukan untuk mengurangi risiko akibat faktor alam, Muhadjir menjawab, bahwa ia akan memperkuat posisi asuransi terutama jasa raharja dan saat ini sangat sigap begitu ada kecelakaan, begitu ada korban, maka akan langsung diproses untuk santunan

“Tahun ini berdasarkan laporan dari Dirut Jasa Raharja, pengeluaran santunan untuk korban terus selama mudik itu berkurang sampai 52 persen, jadi angka santunan yang dikeluarkan Jasa Raharja sangat signifikan turunnya, karena angka kecelakaannya sangat turun, terutama yang korban fatal atau yang meninggal,” bebernya.

Hal ini, merupakan realitas yang harus disyukuri, bahwa penanganan mudik yang dilakukan tahun ke tahun, tidak lepas dari kesigapan, terutama dari Kementerian PUPR dan BPJT serta Dirjen Bina Marga yang selalu cekatan untuk mengambil langkah-langkah yang cepat, ketika terjadi bencana seperti saat ini.

“Saya terangkan aja, kemarin sudah terlanjur membuat statement, karena berdasarkan laporan-laporan yang masuk dari saya tidak mungkin digunakan jalan tol ini, tapi Alhamdulillah karena kesigapan dari Kementerian PUPR, sehingga masih bisa digunakan walaupun satu jalur,” ujarnya. 

“Jadi ini, salah satu contoh bagaimana kita mengurangi risiko yang banyak, kan risiko tidak langsung yang terjadi akibat kita tidak menyiapkan sarana prasarana yang memadai itu. Alhamdulillah sekarang semakin membaik harus kita syukuri,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, bahwa untuk bencana ini tidak bisa dihindari. Karena daya dukung lingkungan, pertambahan penduduk kemudian juga faktor cuaca climate change, juga selalu berubah. Sehingga setiap tahun, jumlah bencananya selalu meningkat.

“Tetapi yang kita patut bersyukur dampak dari jumlah bencana yang meningkat, kita harus perkecil. Yaitu dampak infrastrukturnya, korbannya termasuk korban kerusakan yang harus dipastikan dengan semakin tahun semakin ini harus diperkecil,” jelas Suharyanto.

Meskipun jumlah bencananya selalu meningkat, sambung Suharyanto, namun untuk di tahun 2024 ini ia mengaku bersyukur, khususnya terkait mudik seperti yang disampaikan oleh Menko PMK, ada beberapa kejadian banjir, longsor, tetapi untuk jumlah korban yang meninggalnya terkait dengan mudik ini tidak menonjol.

“Ada beberapa bencana seperti yang terjadi misalnya sekarang di tanah Toraja itu ada 20 yang meninggal, tetapi sekarang sudah ditemukan semua tetapi itu tidak terkait dengan karena pergerakan mudik,” pungkasnya. 



Editor : R.Cking.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menteri Koordinator PMK RI Pastikan Penanganan Longsor Tol Bocimi Sudah Berjalan Baik

Trending Now

Iklan