Pohon Beringin di halaman SMA N 1 Cicurug Sukabumi, Jawa Barat, Tumbang, Rabu (30/9/2026). Foto : Rawin Cking.
terbit.id, Sukabumi - Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon beringin berukuran besar tumbang dan menimpa bagian bangunan SMA Negeri 1 Cicurug juga mengakibatkan kendaraan roda dua dan roda empat.
Pohon yang diperkirakan telah berusia puluhan tahun itu tumbang saat kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Selain merusak bagian bangunan sekolah, pohon yang roboh juga menimpa sejumlah kendaraan yang berada di sekitar halaman parkir.
Plt Kepala SMA Negeri 1 Cicurug, Yuliandi, mengatakan hujan yang disertai angin kencang berlangsung kurang dari 30 menit. Namun, hembusan angin cukup kuat hingga membuat pohon yang berada di belakang sekolah roboh ke arah bangunan.
"Hujan angin tadi, ya. Anginnya besar banget dari arah belakang sana. Pokoknya bagian blok sebelah kanan, terutama yang atas, kena semua. Jadi ini bocor. Kemudian mungkin karena anginnya besar tadi, jadi terangkat juga akhirnya rubuh," ujar Yuliandi, kepada terbit.id, Rabu (30/9/2026).
Menurut Yuliandi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB menjelang pukul 15.00 WIB. Saat kejadian, dirinya berada di bagian belakang sekolah dan baru mengetahui pohon telah tumbang ketika bergerak ke bagian depan.
Ia menyebut pohon beringin tersebut sudah berada di lingkungan sekolah sejak sekitar 1994. Meski demikian, pihak sekolah sebelumnya tidak memperkirakan pohon tersebut akan tumbang karena tidak pernah menunjukkan kondisi yang dianggap mengkhawatirkan.
"Memang sih sudah tua, ya. sejak tahun 1994, kalau enggak salah sudah ada pohon ini. Cuma sebelumnya tidak diperkirakan seperti ini. Kita selama ini tidak pernah ada kekhawatiran apa-apa sebenarnya," katanya.
Dampak kerusakan terutama terjadi pada bagian bangunan yang berada di sisi kanan sekolah. Salah satunya laboratorium kimia, yang mengalami kerusakan pada sejumlah plafon bagian luar dan dalam hingga menyebabkan kebocoran.
"Lab kimia kalau saya lihat, ini bagian luar plafon sama yang dalam ada beberapa plafon yang kena, rubuh, jebol. Dan jadinya bocor juga," jelasnya.
Yuliandi menambahkan, tidak ada siswa yang berada di dalam laboratorium kimia saat pohon tumbang. Namun, sebagian siswa sempat panik akibat suara angin kencang, petir, dan suara gemuruh pohon roboh.
Untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan, pihak sekolah menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar setelah kejadian. Siswa kemudian ditenangkan sebelum diarahkan untuk meninggalkan area yang terdampak.
"Kebetulan pas jam-jam akhir, sih. Jadi kita hentikan dulu KBM," ujarnya.
Sementara pihaknya akan melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap tingkat kerusakan bangunan sebelum menentukan kebutuhan perbaikan.
"Untuk sementara ini kita bersihkan dulu. Kemudian ke depannya mungkin kita identifikasi dulu kerusakannya, berat ringannya, baru nanti kita ambil tindakan lanjut," ujar Yuliandi.
Sementara itu, Komandan Posko III Cicurug Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Hasan Basri, mengatakan pihaknya menerima laporan terkait pohon tumbang sekitar pukul 14.00 WIB.
Petugas kemudian menerjunkan tim rescue dari Cicurug dan Parungpanjang untuk melakukan evakuasi pohon. Penanganan juga melibatkan B2BK Kecamatan Cicurug, Tagana, Rescue Ambulance Sukabumi Bersatu, serta relawan
"Untuk kejadian pohon tumbang terjadi pukul 2 sore. Angin sangat kencang sekali. Kami mendapat laporan dari warga atau dari sekolah SMAN 1 Cicurug, dan kami menerjunkan rescue Cicurug dan Parungkuda," kata Hasan.
Hasan memastikan pohon yang tumbang merupakan jenis beringin dengan ukuran cukup besar. Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun sejumlah kendaraan terdampak material pohon yang roboh.
"Tidak ada korban, cuma ada untuk kendaraan, dua unit mobil dan 10 kendaraan roda dua," ungkapnya.
Dari kendaraan yang terdampak, terdapat kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat. Salah satu kendaraan mengalami kerusakan berat setelah tertimpa batang pohon dan dahan.
Proses evakuasi pohon juga sempat menghadapi kendala karena kondisi lokasi masih diguyur hujan sehingga batang pohon menjadi licin. Petugas harus menggunakan perlengkapan keselamatan berupa tali-temali dan sit harness untuk memanjat serta memotong bagian pohon yang tumbang.
Hasan menyebut penanganan dilakukan secara bertahap untuk membersihkan material pohon yang menimpa area sekolah.
Hingga sore hari, petugas gabungan Damkar dan relawan masih melakukan proses evakuasi pohon tumbang di halaman parkir SMAN 1 Cicurug. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (R.Cking).

