Betonisasi Jalan Caringin-Cidahu oleh Aqua Danone, Kades Nyangkowek: Apresiasi Luar Biasa

Redaksi
Kamis, 03 September 2026 | 15:12 WIB Last Updated 2026-09-03T08:18:52Z
terbit.id, Sukabumi - Kondisi ruas Jalan Caringin-Cidahu, Kabupaten Sukabumi, yang selama ini menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat dan kendaraan angkutan, mendapat perhatian melalui pembangunan betonisasi yang dilakukan PT Aqua Danone dikerjakan oleh CV Batu Alam Mandiri(BAM). 

Betonisasi tersebut berada di ruas jalan berstatus jalan Kabupaten Sukabumi, tepatnya di Kampung Caringin, Desa Nyangkowek, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pembangunan jalan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Aqua Danone itu mendapat apresiasi dari Kepala Desa Nyangkowek Abdul Haris. Menurutnya, perbaikan jalan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terlebih ruas tersebut cukup sering dilalui kendaraan berat untuk aktivitas distribusi.

"Manfaatnya sangat luar biasa. Aqua selalu dengan CSR-nya, jalan pasti dibangun terus. Manfaatnya terasa buat masyarakat kami dan masyarakat umum. Jadi jalan ini selalu bagus," kata Abdul Haris, Kamis (3/9/2026).

Ia menilai keberadaan jalan yang baik sangat membantu mobilitas warga. Apalagi, menurutnya, ruas Caringin-Cidahu juga kerap dilalui kendaraan kontainer dari beberapa perusahaan yang ada di wilayah Cicurug dan Cidahu. 

"Kalaupun memang dilalui kontainer, banyak angkut galon, angkutan perusahaan minuman Kratingdaeng, dan perusahaan lain sebagainya, pokoknya saya sebagai kepala desa Nyangkowek, untuk PT Danone atau Aqua sangat berterima kasih," ujarnya, kepada terbit.id, Kamis (3/9/2026). 

Abdul Haris juga mengapresiasi CV Batu Alam Mandiri (BAM) yang dipercaya mengerjakan pembangunan tersebut. Ia menyebut perusahaan pelaksana memiliki pengalaman dalam pekerjaan konstruksi jalan.

"Saya juga yakin yang mengerjakannya itu CV BAM sangat berpengalaman sekali dalam hal jalan. Pokoknya Aqua luar biasa, hebat," tuturnya.

Pengecoran Dilakukan Bertahap

Selain pembangunan yang telah berjalan, pengecoran pada tahap berikutnya juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah desa. Abdul Haris mengatakan, ketika pekerjaan berlangsung, masyarakat setempat akan dilibatkan untuk membantu pengaturan arus kendaraan.

Menurutnya, pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan akan dilakukan secara bergantian dalam tiga sif. Masing-masing sif berlangsung selama delapan jam.

"Nanti ketika ada pengecoran, pasti ada orang yang disuruh jaga dari warga setempat. Itu dibagi tiga sif, delapan jam, delapan jam, delapan jam," jelasnya.

Ia menambahkan, pengecoran menggunakan mutu beton K-500. Dengan kualitas beton tersebut, jalan ditargetkan dapat kembali dilalui setelah kurang lebih 24 jam sejak pengecoran dilakukan.

"Kalau pengecorannya pakai K-500, itu hanya 24 jam bisa dilalui lagi. Cor-nya kualitas tinggi, pakai K-500," katanya.

Kendaraan Tetap Diatur dengan Sistem Buka-Tutup

Terkait aktivitas kendaraan selama proses pengecoran, Abdul Haris menjelaskan bahwa akses jalan tidak serta-merta ditutup total. Pengaturan akan dilakukan dengan sistem buka-tutup menyesuaikan kondisi pekerjaan di lapangan.

Ia memperkirakan kendaraan masih dapat melintas secara bergantian, termasuk kendaraan dengan sumbu tiga, dengan tetap mengikuti arahan petugas di lokasi.

"Kalau menurut saya sih bisa lewat, karena diatur. Nanti sistemnya buka-tutup," ujarnya.

Abdul Haris menyebut, apabila pekerjaan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB, maka pada waktu yang sama keesokan harinya akses jalan diharapkan sudah dapat kembali dilalui setelah beton memasuki usia sekitar 24 jam.

Warga Diminta Jaga Drainase

Di sisi lain, Abdul Haris mengimbau masyarakat ikut menjaga kondisi jalan setelah pembangunan selesai. Menurutnya, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah kebersihan drainase di sepanjang jalan.

Ia mengingatkan agar saluran air tidak tersumbat sehingga air tidak meluap ke badan jalan dan berpotensi mengurangi usia konstruksi.

"Ya paling menjaga kebersihan drainasenya, supaya air tidak meluap ke atas jalan. Itu saja," katanya.

Ia menambahkan, masyarakat Desa Nyangkowek dinilai sudah cukup terbiasa ikut merawat infrastruktur jalan karena perbaikan melalui program CSR Aqua telah beberapa kali dilakukan.

"Karena terbiasa, Aqua selalu memperbaiki jalan. Jadi masyarakat kami memang sudah terbiasa ikut merawat juga," ungkapnya.

Bagi Abdul Haris, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayahnya.

Karena itu, ia kembali menyampaikan apresiasi kepada PT Aqua Danone luar biasa yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap infrastruktur jalan melalui program CSR.

"Sangat mengapresiasi. Pokoknya Aqua luar biasa," kilahnya.

Pihaknya juga berharap kepada perusahaan yang lain seperti Kratingdaeng, PT Oro serta PT Kino, PT CDB, dan PT GS bisa berkontribusi untuk perbaikan jalan ini seperti apa yang dilakukan oleh PT Aqua Danone. (R.Cking). 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Betonisasi Jalan Caringin-Cidahu oleh Aqua Danone, Kades Nyangkowek: Apresiasi Luar Biasa

Trending Now

Iklan