terbit.id, Sukabumi - Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun yang dilaporkan hilang di Kampung Babakan Gobang, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hingga Jumat (3/7/2026) malam belum berhasil ditemukan. Bocah tersebut sebelumnya diduga hanyut di aliran Sungai Cicatih saat bermain bersama teman-temannya.
Tim gabungan dari kepolisian, BPBD, Tagana, P2BK, relawan, serta unsur TNI-Polri terus melakukan upaya pencarian sejak siang hingga petang. Namun, hingga pencarian dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB, korban belum ditemukan.
Kapolsek Nagrak, IPTU Subit Sudrajat, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan anak tersebut tenggelam atau hanyut karena tidak ada saksi yang melihat langsung korban jatuh ke sungai.
“Jadi, kita belum mengasumsikan bahwa itu tenggelam. Karena tidak ada orang yang melihat terjatuh ke sungai. Kalau misalkan ada yang melihat terjatuh ke sungai, barulah kita bisa mengasumsikan demikian,” ujar Subit kepada terbit.id, jumat (3/7/2026). Malam.
Ia menjelaskan, untuk sementara pihaknya mengategorikan peristiwa tersebut sebagai kasus orang hilang.
“Yang jelas, tadi kami sudah melakukan pencarian dengan menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 1 kilometer ke arah hilir. Tapi sampai saat ini belum berhasil ditemukan,” katanya.
Korban diketahui mengenakan kaos bergambar Labubu berwarna biru dan celana pendek abu-abu. Bocah tersebut terakhir terlihat di sekitar area masjid yang lokasinya berdekatan dengan aliran Sungai Cicatih.
Berdasarkan keterangan saksi, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 11.45 WIB.
Menurut Kapolsek, seorang warga bernama Dini melihat korban mondar-mandir di sekitar masjid saat dirinya sedang menyuapi anaknya.
“Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 11.45 WIB, Ibu Dini melihat anak itu mondar-mandir di sekitar masjid sebanyak dua kali. Dari pengamatan saksi, anak tersebut terlihat seperti kebingungan,” ungkapnya.
Selain itu, saksi lain bernama Kurniawan juga sempat melihat korban berada di area tempat wudu masjid saat hendak melaksanakan salat Jumat.
“Pada saat Pak Kurniawan berangkat Jumatan, korban masih terlihat berada di tempat wudu masjid,” tambah Subit.
Setelah salat Jumat, sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga korban mulai melakukan pencarian karena anak tersebut tak kunjung pulang. Namun hingga sore hari, keberadaan korban belum diketahui.
Dari hasil keterangan sementara, saat terakhir terlihat korban sudah dalam kondisi sendirian. Dua teman bermainnya yang diketahui bernama Sifa dan Mayang sudah lebih dulu meninggalkan lokasi.
“Korban saat itu sudah sendirian. Dua temannya sudah berada jauh dari lokasi terakhir korban terlihat,” jelasnya.
Dalam proses pencarian, petugas juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah warga mendekat ke area yang dianggap berbahaya, terutama di sekitar aliran sungai.
Kapolsek juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap anak-anak.
“Medan di lokasi cukup terjal. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anak, terutama yang masih kecil, dan jangan membiarkan mereka mendekati aliran sungai tanpa pengawasan orang tua,” tegasnya.
Pencarian dihentikan sementara pada Jumat malam karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan penyisiran lebih lanjut. Tim gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Sabtu (4/7/2026) pagi pukul 08.00 WIB.
Untuk pencarian lanjutan, area penyisiran kemungkinan akan diperluas ke arah hilir Sungai Cicatih.
“Kemungkinan besok area pencarian akan diperluas ke arah hilir. Tapi pencarian tetap dimulai dari titik awal lokasi korban terakhir terlihat,” kata Subit.
Meski dugaan mengarah pada kemungkinan korban terpeleset atau jatuh ke sungai, pihak kepolisian masih belum ingin berspekulasi.
“Saya belum memastikan korban jatuh atau terpeleset. Karena di lokasi ada jarak antara gang dengan aliran sungai, jadi tidak langsung ke sungai. Ada ruang dan tangga di situ,” pungkasnya. (R.Cking).

