Rumah Milik Lansia di Pamuruyan Cibadak Sukabumi Terbakar, Warga dan Damkar Sigap Padamkan Api

Redaksi
Jumat, 26 Juni 2026 | 15:38 WIB Last Updated 2026-06-26T12:05:45Z
terbit.id, Sukabumi - Satu unit rumah milik warga di Kampung Johor RT 02/13, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami kebakaran pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebagian bangunan rumah mengalami kerusakan akibat amukan si jago merah.

Kebakaran yang menghanguskan sebagian rumah milik Lim Halimah itu sempat membuat panik warga sekitar. Api diduga pertama kali muncul dari bagian bawah rumah sebelum dengan cepat merembet ke bagian atap.

Anak pemilik rumah, Ritorosita (51), mengaku menjadi orang pertama yang melihat kobaran api. Saat kejadian, dirinya baru selesai menunaikan salat dan sedang berada di lantai bawah rumah.

Awalnya, ia mendengar suara mencurigakan yang dikiranya berasal dari kontrakan di sekitar lokasi. Namun setelah dicek, sumber suara tersebut ternyata berasal dari rumah ibunya.

“Saya awalnya lagi duduk di bawah, baru selesai salat. Tiba-tiba dengar suara seperti kebakaran. Saya kira dari kontrakan, pas dicek ternyata bukan. Begitu lihat ke belakang, ada asap dan api kecil dari bawah. Tidak lama api langsung membesar sampai ke atas,” ujar Ritorosita.

Ia mengatakan, rumah tersebut dihuni oleh ibunya seorang diri. Saat kebakaran terjadi, sang ibu sedang tertidur di dalam rumah.

Beruntung, teriakan Ritorosita langsung mengundang perhatian warga sekitar yang dengan sigap datang membantu memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Alhamdulillah warga langsung datang membantu. Anak-anak naik ke atas, ada selang dan air. Semua bergerak cepat, termasuk tetangga, pemuda, dan aparat desa. Jadi api tidak sampai menghanguskan seluruh rumah,” ungkapnya.

Kepala Desa Pamuruyan, Ujang Sarip Hidayat, mengatakan kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Berdasarkan pengamatannya, titik api terlihat berasal dari bagian bawah rumah.

Menurutnya, api cepat membesar karena di bagian bawah rumah terdapat banyak barang yang mudah terbakar.

“Api mulai dari sebelah bawah lalu dengan cepat merembet ke atas hingga atap. Di bawah rumah ini banyak bahan yang mudah terbakar, karena di dalamnya juga ada perlengkapan alat rias pengantin,” kata Ujang, kepada terbit.id

Ia mengapresiasi kesigapan warga yang langsung melakukan penanganan awal sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Selain warga, bantuan juga datang dari karyawan PT Java yang membawa alat pemadam api ringan (APAR), sehingga api dapat dikendalikan lebih cepat.

“Warga sekitar sangat sigap memadamkan api dengan air seadanya. Ada juga yang langsung membongkar bagian rumah untuk mencegah api merembet. Tim Damkar Kecamatan Cibadak juga segera datang membantu,” jelasnya.

Ujang menambahkan, akses menuju lokasi kejadian cukup sulit dijangkau kendaraan besar, sehingga menjadi kendala tersendiri bagi petugas pemadam.

“Mobil Damkar tidak bisa masuk karena lokasi cukup jauh dari jalan utama. Makanya petugas membawa alat tambahan seperti Alkon untuk membantu pemadaman,” tambahnya.

Sementara itu, Komandan Pos Pemadam Kebakaran Cibadak, Iyep Yosepa, menyampaikan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.30 WIB.

Karena medan menuju lokasi cukup sulit, petugas tidak dapat membawa mobil pemadam ke titik kebakaran. Sebagai gantinya, tim menggunakan motor taktis (motis) untuk menjangkau lokasi.

“Lokasi kebakaran cukup jauh dari jalan, jadi unit mobil standby di jalan. Tim masuk ke lokasi menggunakan motor taktis atau motis,” ujar Iyep.

Petugas Damkar kemudian memanfaatkan sumber air dari bak mandi milik warga sekitar untuk proses pemadaman.

“Alhamdulillah dengan motis dan memanfaatkan sumber air dari bak mandi warga sekitar, kebakaran bisa segera ditanggulangi sehingga rumah tidak sampai habis terbakar,” katanya.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut.

Iyep juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama menjelang musim kemarau yang rawan memicu kebakaran.

Ia meminta warga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta menghindari aktivitas pembakaran sembarangan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memeriksa instalasi listrik secara berkala dan gunakan perangkat listrik yang sesuai standar SNI. Selain itu, hindari membakar sampah sembarangan, apalagi saat musim kemarau,” tegasnya.

Meski sempat membuat panik warga, kebakaran akhirnya berhasil dikendalikan berkat kerja sama cepat antara masyarakat, aparat desa, dan petugas pemadam kebakaran.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian material masih dalam pendataan. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rumah Milik Lansia di Pamuruyan Cibadak Sukabumi Terbakar, Warga dan Damkar Sigap Padamkan Api

Iklan