Pra Rekonstruksi Pembunuhan WNA di Sukabumi Diserbu Warga, Dua Tersangka Dihadirkan

Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 20:54 WIB Last Updated 2026-04-16T13:55:50Z
terbit.id, Sukabumi - Puluhan warga memadati lokasi pra rekonstruksi kasus pembunuhan warga negara asing (WNA) di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 5, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026) siang. Dalam kegiatan tersebut, dua tersangka turut dihadirkan dan sejumlah adegan diperagakan di beberapa titik lokasi.

Pra rekonstruksi yang digelar aparat kepolisian ini menjadi perhatian warga sekitar. Sejak siang hari, masyarakat berdatangan untuk menyaksikan langsung jalannya proses yang merupakan bagian dari penyelidikan kasus pembunuhan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB di sebuah rumah kontrakan di Blok C40 yang sebelumnya sempat dihuni seorang perempuan berinisial L. Selanjutnya, pra rekonstruksi berlanjut ke Blok A46 yang diduga menjadi titik utama terjadinya peristiwa pembunuhan.

Proses tersebut dipimpin oleh Kasi Ident Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kompol Kasman Simbolon, bersama Kanit 1 Ranmor Ditreskrimum Polda Jabar, AKP Luhut Sitorus. Kegiatan berlangsung hingga sore hari dengan pengawalan ketat dari personel Polda Jawa Barat dan jajaran Polsek Cicurug.

Dalam pra rekonstruksi itu, dua tersangka berinisial H (35) dan K (35) turut dihadirkan. Keduanya terlihat mengenakan pakaian tahanan dan berada dalam pengawalan petugas saat memperagakan sejumlah adegan.

Sejumlah warga tampak menyaksikan jalannya kegiatan dari sekitar lokasi. Meski dipadati penonton, situasi di lapangan tetap terjaga kondusif di bawah pengawasan aparat kepolisian.

Hingga kegiatan berlangsung, pihak kepolisian di lokasi belum memberikan keterangan resmi terkait hasil pra rekonstruksi. Petugas menyebutkan bahwa belum ada pihak yang berwenang untuk menyampaikan pernyataan kepada media.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah ditemukannya jasad seorang pria dalam kondisi terlakban di aliran Sungai Citanduy, Desa Tarisi, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Penemuan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol. Dr. Budi Adhy Buono, menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut.

“Polsek Wanareja bersama Tim Inafis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke RS Margono untuk dilakukan autopsi,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Dalam proses penyelidikan, polisi juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya terkait adanya laporan orang hilang di wilayah Jakarta. Hasil pengembangan kasus mengarah pada tiga orang pelaku.

Dua pelaku berinisial H (35) dan K (35), warga Kabupaten Pangandaran, telah berhasil diamankan. Sementara satu pelaku lainnya berinisial A masih dalam pengejaran petugas.

Secara tidak langsung, polisi mengungkap bahwa motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi rasa sakit hati. Pelaku A disebut cemburu karena kekasihnya menjalin hubungan dengan korban, sehingga merencanakan aksi tersebut bersama pelaku lainnya.

“Setelah memastikan korban meninggal dunia, para pelaku kemudian membungkus tubuh korban menggunakan plastik dan sprei, lalu berupaya menghilangkan jejak dengan melakukan pengecoran sebelum akhirnya membuang jasad korban ke Sungai Citanduy,” jelasnya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pra Rekonstruksi Pembunuhan WNA di Sukabumi Diserbu Warga, Dua Tersangka Dihadirkan

Trending Now

Iklan