terbit.id Sukabumi - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (5/4/2026) malam, memicu terjadinya banjir dan longsor di dua lokasi berbeda. Peristiwa tersebut menyebabkan rumah warga tergenang air serta akses jalan penghubung antar desa terputus akibat material longsoran.
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi, kejadian pertama terjadi di Kampung Babakan RT 01 RW 04, Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak sekitar pukul 19.00 WIB. Hujan deras menyebabkan tebing irigasi Solokan 2 longsor dan menyumbat aliran air yang debitnya tengah meningkat.
Akibatnya, air meluap hingga menggenangi rumah milik Dede Solihin yang dihuni dua kepala keluarga dengan total enam jiwa. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 30 sentimeter.
“Genangan air masuk ke dalam rumah warga dan menyebabkan sejumlah perabotan rumah tangga mengalami kerusakan,” demikian keterangan dalam laporan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi.
Meski demikian, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, peristiwa longsor juga terjadi di Kampung Cikolawing RT 01 RW 01, Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, pada waktu yang sama. Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing longsor dan materialnya menutup badan jalan desa yang menghubungkan Desa Pawenang dengan Desa Cihanyawar.
Akibatnya, akses jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
“Material longsoran menutup jalan penghubung antar desa sehingga untuk sementara tidak bisa dilintasi kendaraan,” ungkap laporan tersebut.
BPBD memastikan tidak ada korban dalam peristiwa longsor tersebut, namun dampak terhadap mobilitas warga cukup signifikan.
Selain itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG untuk wilayah Jawa Barat pada Senin (6/4/2026), potensi hujan masih akan terjadi di sebagian besar wilayah, termasuk Kabupaten Sukabumi, dengan intensitas ringan hingga sedang.
Pada siang hingga sore hari, cuaca diperkirakan berawan hingga berawan tebal disertai potensi hujan, sementara malam hingga dini hari masih berpeluang terjadi hujan ringan di beberapa wilayah.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan berdurasi lama yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
“Waspada potensi hujan dengan durasi relatif lama yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan kecepatan angin di sebagian wilayah Jawa Barat,” tulis BMKG dalam keterangannya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan wilayah melalui berbagai saluran, termasuk grup komunikasi P2BK, media sosial, serta frekuensi radio Ratel I. Selain itu, pengamatan titik rawan bencana juga dilakukan melalui aplikasi InaRisk, InaSafe, dan InaWare milik BNPB.
Upaya pencatatan, pengolahan, serta rekapitulasi data kejadian bencana juga terus dilakukan guna memastikan respons cepat terhadap setiap potensi bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi. (R.Cking).

