Terungkap! Rumah di Perum BMI 5 Cicurug Sukabumi Diduga Jadi Lokasi Eksekusi Pembunuhan WNA Singapura

Redaksi
Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:47 WIB Last Updated 2026-03-28T07:49:53Z
terbit.id Sukabumi - Kasus pembunuhan terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Singapura yang jasadnya ditemukan dalam kondisi dicor di aliran Sungai Citanduy, Bendung Menganti, Cilacap, Jawa Tengah, mulai mengarah ke salah satu rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 5, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diduga menjadi lokasi eksekusi korban.

Pengungkapan kasus pembunuhan sadis ini terus bergulir. Jasad korban sebelumnya ditemukan di aliran Sungai Citanduy, tepatnya di Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap, pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB.

Belakangan, aparat kepolisian mengarah pada sebuah rumah di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 5 Blok C 40, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, yang diduga kuat menjadi tempat eksekusi korban sebelum jasadnya dibuang ke Jawa Tengah.

Ketua lingkungan setempat tidak berada di lokasi saat dikonfirmasi. Namun, Rian (35), istri dari ketua lingkungan, memberikan sejumlah keterangan terkait aktivitas penghuni rumah tersebut.

Rian mengungkapkan bahwa rumah di Blok C40 sebelumnya dalam kondisi kosong sebelum akhirnya dikontrak oleh seseorang sekitar Februari 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan.

“Iya, awalnya rumah itu kosong. Baru ada yang ngontrak, kayaknya sekitar Februari kemarin, pas bulan puasa,” ujar Rian, Jumat (27/3/2026).

Ia menambahkan, identitas penghuni rumah tersebut belum diketahui secara pasti oleh warga. Meski biasanya pendatang baru diminta melapor dan menyerahkan identitas, namun dalam kasus ini belum ada kepastian.

“Biasanya kalau orang baru suka dimintain KTP, tapi ini nggak tahu sudah ngasih atau belum, soalnya baru banget,” katanya.

Menurut keterangan Rian, penghuni awal rumah tersebut diduga seorang perempuan. Namun, status dan identitasnya masih simpang siur di kalangan warga.

“Awalnya yang ngontrak itu katanya perempuan. Dibilang sudah menikah, tapi ada juga yang bilang belum, jadi nggak jelas,” ungkapnya.

Selama menempati rumah tersebut, aktivitas penghuni dinilai tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar. Hal ini membuat warga tidak mengetahui secara pasti aktivitas keluar masuk penghuni.

“Jarang kelihatan aktivitasnya, soalnya di sini juga warga masing-masing sibuk, jadi nggak tahu keluar masuknya kapan,” ucapnya.

Warga mulai mencurigai adanya sesuatu setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi pada Februari lalu. Kedatangan polisi disebut-sebut untuk mencari seseorang yang diduga terkait kasus tersebut.

“Pas itu tiba-tiba ada polisi datang, katanya lagi nyari orang. Jadi warga tahunya dari situ,” kata Rian.

Belakangan, rumah tersebut kembali ditempati oleh penghuni baru. Bahkan, menurut informasi yang beredar, polisi kembali datang untuk melakukan pencarian barang bukti.

“Tadi katanya ada polisi lagi ke sana minta barang bukti. Yang ngontrak sekarang juga baru, sekitar tiga hari,” ujarnya.

Meski demikian, Rian menegaskan bahwa informasi yang beredar di lingkungan masih sebatas kabar dari mulut ke mulut. Warga belum dapat memastikan apakah aksi pembunuhan benar-benar terjadi di rumah tersebut atau di lokasi lain.

“Di sini mah tahunya cuma orang yang ngontrak itu terkait kejadian, tapi pembunuhannya di mana juga belum jelas, masih simpang siur,” katanya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Terungkap! Rumah di Perum BMI 5 Cicurug Sukabumi Diduga Jadi Lokasi Eksekusi Pembunuhan WNA Singapura

Trending Now

Iklan