terbit.id, Sukabumi - Mengawali tahun 2026, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperketat pengawasan bahan bakar pembangkit melalui kegiatan pergantian personel pendampingan penerimaan dan pengujian batu bara.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Rapat Cimaja, Pelabuhan Ratu, pada Kamis (8/1/2026), sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas dan kuantitas batu bara yang masuk ke area pembangkit tetap sesuai standar operasional. Langkah ini dinilai krusial untuk menjawab tantangan penyediaan energi primer yang andal, aman, dan berkelanjutan.
Agenda strategis ini dipimpin langsung oleh Senior Manager UBP JPR, Bowo Pramono, didampingi Manager Pengelolaan Energi Primer, Deni Nugraha. Turut hadir Komandan Distrik Militer (Dandim) 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ari Wibowo, beserta jajaran. Kehadiran unsur TNI menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pengamanan serta pengawasan rantai pasok energi primer.
Bowo Pramono menjelaskan, penguatan pendampingan dan pengawasan batu bara merupakan bagian dari upaya menjaga integritas pengelolaan energi sejak dari pintu masuk pembangkit. Setiap pasokan batu bara yang diterima harus melalui proses verifikasi ketat, mulai dari pemeriksaan kualitas, kuantitas, hingga kelayakan operasional, guna meminimalkan potensi gangguan teknis pada unit pembangkit.
“Penyegaran personel pendampingan ini adalah ikhtiar kami untuk menjaga kedaulatan energi dari hulu. Karena bagi kami, setiap lampu yang menyala di rumah masyarakat merupakan hasil dari pengawasan ketat dan kerja keras yang tidak pernah berhenti di balik layar,” ujar Bowo.
Ia menambahkan, pengawalan yang kuat terhadap pasokan batu bara akan berdampak langsung pada keandalan operasional pembangkit, khususnya dalam menghadapi kebutuhan listrik tahun 2026 yang semakin dinamis dan menuntut stabilitas tinggi.
Sementara itu, kolaborasi dengan TNI dinilai mampu memperkuat aspek keamanan serta memastikan seluruh proses penerimaan bahan bakar berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Sinergi ini juga menjadi wujud nyata peran BUMN dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Melalui penguatan pengawasan, peningkatan kualitas pengelolaan energi primer, serta kolaborasi lintas sektor, PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu memastikan operasional pembangkit tetap prima sepanjang tahun 2026. Upaya ini diharapkan mampu menjaga pasokan listrik tetap andal guna mendukung aktivitas masyarakat, pertumbuhan perekonomian daerah, serta keberlanjutan pembangunan nasional. (R.Cking).

