terbit.id, Sukabumi - Di tengah tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks, SMA Negeri 1 Cibadak terus menunjukkan konsistensinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya menorehkan prestasi akademik dan non-akademik di berbagai level, sekolah ini juga berhasil meraih Juara III Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 tingkat KCD Wilayah V Jawa Barat, sebuah apresiasi atas keberhasilan implementasi pendidikan karakter.
Berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan No.72, Kecamatan Cibadak, SMA Negeri 1 Cibadak dikenal sebagai sekolah rujukan yang secara berkelanjutan mengembangkan potensi siswa secara utuh - baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Kepala SMA Negeri 1 Cibadak, Isda Sugara, menyampaikan bahwa sejak awal sekolah memang memosisikan siswa sebagai subjek utama pendidikan, bukan semata-mata target prestasi.
“Kami ingin SMA Negeri 1 Cibadak ini menjadi barometer SMA negeri di Kabupaten Sukabumi. Tapi yang kami tekankan bukan hanya prestasi, melainkan bagaimana kegiatan siswa mampu memberi pemahaman yang bermakna untuk penguatan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya,” ujar Isda, kepada terbit.id, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, sekolah membuka ruang aktualisasi diri seluas-luasnya bagi siswa sesuai minat dan bakat masing-masing. Mulai dari bidang akademik, olahraga, seni, hingga kompetensi lainnya yang mendukung pembentukan karakter.
Namun demikian, ia tidak menampik bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah persoalan pembiayaan, seiring banyaknya kegiatan dan event yang diikuti siswa hingga skala nasional.
“Setiap ekstrakurikuler di sini punya event sendiri, bahkan ada yang nasional. Itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tapi kendala ini kami sikapi sebagai tantangan yang harus dilompati,” ungkapnya.
Panca Waluya: Karakter yang Sudah Menjadi Budaya
Capaian Juara III Anugerah Gapura Pancawaluya 2025 dinilai bukan hasil instan. Isda menegaskan bahwa nilai-nilai cager, bager, bener, pinter, singer telah lama menjadi budaya keseharian warga sekolah.
“Karakter itu sudah terwujud sejak lama. Jadi ketika ada program Anugerah Pancawaluya, siswa tidak merasa terpaksa. Itu sudah menjadi kebiasaan dan budaya,” katanya.
Ia optimistis, penerapan Pola Pancawaluya yang sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Pemprov Jawa Barat akan menjadi fondasi kebangkitan prestasi SMA Negeri 1 Cibadak ke depan.
“Karakter Pancawaluya ini melatih siswa untuk hidup bersih, disiplin, religius, kreatif, inovatif, dan sehat lahir batin. Ini penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang utuh dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di bidang akademik, siswa SMA Negeri 1 Cibadak rutin menorehkan prestasi pada lomba mata pelajaran, termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan kompetisi akademik yang diselenggarakan perguruan tinggi. Meski pada tahun 2025 terjadi sedikit penurunan capaian, hal tersebut justru dijadikan momentum evaluasi untuk bangkit pada 2026.
Prestasi Akademik dan Non-Akademik di Berbagai Level
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Teti Hartati, menjelaskan bahwa sepanjang 2025, prestasi non-akademik SMA Negeri 1 Cibadak sangat beragam.
Sementara di bidang non-akademik, prestasi datang dari berbagai cabang, seperti olahraga dan seni. FLS2N, kejuaraan renang, karate, futsal, basket, hingga seni tradisional turut menjadi panggung pembuktian kemampuan siswa.
“Di canang renang saja, lebih dari 10 siswa meraih medali emas, perak, dan perunggu. Ada juga prestasi karate, futsal, basket, bahkan SMA Negeri 1 Cibadak dipercaya menjadi panitia Basket Championship (BCS),” jelasnya.
Di bidang akademik, lanjut Teti, beberapa siswa berhasil lolos Kompetisi Sains Nasional (KSN) hingga tingkat provinsi, memperkuat posisi sekolah sebagai SMA unggulan kelas tinggi.
Prestasi Internasional hingga Duta Pelajar
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Runi Apriandini, menambahkan bahwa siswa SMA Negeri 1 Cibadak juga menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.
Salah satunya, Nilam, siswi kelas XII-7, yang meraih prestasi akademik pada lomba karya tulis ilmiah tingkat internasional yang diselenggarakan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Selain itu, siswa juga berprestasi sebagai Duta Hukum tingkat Provinsi, Duta Siswa Provinsi, Duta Motivator Pendidikan tingkat Nasional, hingga Juara I Lomba Bisnis tingkat Nasional. Prestasi seni pun diraih melalui ajang Pasanggiri Ibing tingkat Provinsi Jawa Barat.
Terkait pembinaan siswa, Runi menegaskan bahwa besarnya jumlah siswa di kelas tidak menjadi penghalang untuk berprestasi.
“Dengan jumlah 45 siswa perkelas, tidak menutup kreativitas anak. Minat anak-anak tinggi, didukung sekolah dan orang tua, sehingga prestasi tetap bisa diraih,” ujarnya.
Lulusan Berdaya Saing dan Akses Beasiswa
Dari sisi kelulusan, SMA Negeri 1 Cibadak juga mencatat capaian positif. Puluhan siswa diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP dan SNBT, sementara sejumlah lainnya memperoleh beasiswa penuh di perguruan tinggi swasta, baik di Sukabumi maupun luar daerah.
Dengan total 1.376 siswa yang tersebar di kelas X hingga XII, SMA Negeri 1 Cibadak terus mengokohkan diri sebagai sekolah yang tidak hanya mencetak prestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional dan global. (R.Cking).

