KNKT Nasional Lakukan Investigasi Ledakan Gas CNG di Cibadak Sukabumi

Redaksi
Rabu, 29 November 2023 | 13:41 WIB Last Updated 2023-12-02T12:37:37Z
Zulfikar Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nasional di Kampung Lodaya, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/11/2023).


TERBIT.ID, Sukabumi - KNKT lakukan Investigasi peristiwa ledakan tabung gas CNG yang diangkut Truk Isuzu B 9496 SYX hingga mengakibatkan dua Orang tewas dan 7 lainnya luka-luka di ruas Jalan Raya Sukabumi - Bogor, tepatnya di Kampung Lodaya, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin (27/11/2023) lalu. 

Pantauan terbit.id, tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nasional langsung turun ke lokasi ledakan gas CNG yang menyebabkan korban jiwa dan sejumlah warga terluka juga mengakibatkan kerusakan tiga mobil serta sejumlah tempat usaha, rumah warga di sekitar lokasi ledakan. 

Tim investigator KNKT Nasional  Zulfikar mengatakan, tragedi truk yang membawa muatan gas CNG di jalan Raya Cibadak itu, masuk pada salah satu kategori kecelakaan sangat berbahaya.

"Artinya PP 62 Tahun 2013, KNKT bertugas melakukan investigasi terhadap kecelakaan yang sangat berbahaya. Karena memang tabung CNG yang meledak hingga menyebabkan korban jiwa dan sejumlah korban lainnya luka-luka," ujar Zulfikar, Rabu (29/11/2023).

Tim KNKT Nasional merupakan hari pertama ke lokasi kejadian ledakan tabung gas CNG tersebut. Hal ini dilakukan untuk melihat lokasi kejadian dan melihat bekas-bekas yang terdampak dari ledakan gas tersebut

"Ledakan gas CNG itu, bisa sampai diatas 200 bar, ini bisa berpotensi merusak di area sekitar radius 50 meter akibat dari ledakan itu," ungkapnya. 

Lebih lanjut Zulfikar, Untuk itu tim KNKT Nasional akan mengumpulkan semua keterangan tersebut untuk dijadikan sebagai bahan investigasi dan edukasi kepada masyarakat. Bahwa bilamana ada terjadi situasi ledakan, maka sudah seharusnya warga dievakuasi dari jarak sekitar 50 meter dari radius tempat kejadian. 

"Kita juga berusaha melakukan antisipasi pencegahan, bilamana ada kebocoran. Karena gas CNG ini jika ada bocor tidak berbau tidak seperti gas liquide gas LPG lainnya bila terjadi bocor akan ketahuan atau kecium baunya," kilahnya.

Jadi, kalau gas CNG bocor tidak akan kecium baunya. Aritnya itu ada resiko juga bila terjadi kebocoroan yang bisa mengakibatkan ledakan seperti ini. 

Zulfikar menambahkan, investigasi hari pertama ini Tim KNKT Nasional untuk melihat kondisi pasca terjadi ledakan.

"Hasil dari investigasi ini, kita mengukur juga berapa jarak radius ledakan itu. Jadi untuk kedepannya, untuk melakukan mitigasi, bila suatu tabung dengan material baja bisa melontarkan sejauh 50 meter," pungkasnya. (R.Cking). 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • KNKT Nasional Lakukan Investigasi Ledakan Gas CNG di Cibadak Sukabumi

Trending Now

Iklan