terbit.id, Sukabumi - Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai menjadi salah satu peluang bagi generasi muda untuk membangun kemandirian ekonomi. Karena itu, peningkatan keterampilan melalui pelatihan, dukungan permodalan, hingga penguatan branding produk lokal perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Aspirasi tersebut mengemuka dalam kegiatan reses ke-III titik ketiga anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, HM. Loka Tresnajaya, bersama kalangan generasi muda dan pelaku UMKM di Cafe Endoy, Jalan Alternatif Nangerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Loka Tresnajaya mendorong agar potensi generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z, diarahkan pada kegiatan produktif melalui pengembangan usaha. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menghadirkan pelatihan UMKM agar anak muda memiliki keterampilan dan kemampuan mengelola usaha secara lebih profesional.
Dorongan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat, terutama terkait kebutuhan pelaku usaha dalam mengembangkan produk, memperluas pemasaran, serta meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar.
Sementara itu, Camat Cicurug, Chaerul Icwan, menyambut baik dorongan yang disampaikan Loka Tresnajaya. Menurutnya, keinginan generasi milenial dan Gen Z untuk mengembangkan UMKM harus diimbangi dengan dukungan konkret dari pemerintah daerah.
Chaerul mengatakan, dukungan tersebut tidak cukup hanya berupa imbauan, tetapi perlu diwujudkan melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha, mulai dari pelatihan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, bantuan permodalan, hingga fasilitasi sarana dan prasarana.
"Terutama tadi bagaimana keinginan kuat rekan-rekan generasi milenial, Gen Z, bagaimana hari ini mereka ingin agar UMKM ini lebih berkembang, lebih maju. Tentunya hari ini dengan support dari pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan maupun bentuk nyata kegiatan-kegiatan," ujar Chaerul.
Ia berharap, aspirasi yang disampaikan dalam reses tersebut tidak berhenti sebatas diskusi. Menurutnya, perlu ada komunikasi dan koordinasi lanjutan antara pelaku UMKM, pemerintah, serta anggota DPRD agar kebutuhan masyarakat dapat dipetakan dan diperjuangkan melalui program yang tepat sasaran.
"Dan mudah-mudahan tadi ini tidak terhenti pada hari ini. Tadi Pak Dewan membuka ruang komunikasi lebih lanjut dalam bentuk komunikasi secara informal yang mudah-mudahan akan lebih membuka kaitan dengan informasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat," katanya.
Selain persoalan pelatihan dan permodalan, Chaerul juga menyoroti pentingnya membangun identitas atau branding produk unggulan lokal Kecamatan Cicurug. Menurutnya, potensi produk UMKM di wilayah tersebut cukup beragam, khususnya di sektor kuliner, tetapi belum seluruhnya dikenal masyarakat secara luas.
Karena itu, pelaku UMKM perlu didorong untuk memperkuat identitas produk sekaligus memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi agar jangkauan pemasaran semakin luas.
"Cuma hari ini mungkin orang belum mengenal secara luas. Karena apa? Mungkin lebih membutuhkan lagi branding yang kuat, untuk promosi yang lebih masif," ungkapnya.
Chaerul menambahkan, pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa siap mendorong fasilitasi pengembangan UMKM sesuai kebutuhan masyarakat. Sinergi antarpihak dinilai penting agar produk lokal tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Ia berharap, ke depan Kecamatan Cicurug mempunyai produk unggulan yang benar-benar dikenal luas dan menjadi ciri khas daerah.
"Dan mudah-mudahan nanti kita punya branding, nih, kekhasan bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Cicurug. Jadi, ketika orang berbicara Cicurug, 'Oh, ini yang khasnya.' Nah, gitu," pungkasnya. (R.Cking).

