Pengecoran Pondasi Jembatan Kompa Mulai, Arus Lalin Buka-Tutup

Redaksi
Sabtu, 03 Oktober 2026 | 20:03 WIB Last Updated 2026-10-03T13:05:39Z
terbit.id, Sukabumi - Pengguna jalan yang melintasi Jembatan Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai Sabtu (3/10/2026) harus bersiap menghadapi rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup. Pengaturan ini diterapkan seiring berlanjutnya pembangunan ulang jembatan, sebelum akses ditutup total saat pekerjaan kepala jembatan dimulai.

Penutupan total tersebut diperkirakan berlangsung selama 40 hingga 50 hari, mencakup tahapan pengerjaan hingga lantai jembatan selesai, beton mengering, dan pengaspalan rampung. Selama masa penutupan, pengguna jalan diimbau memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari hambatan perjalanan.

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, mengatakan perubahan pengaturan lalu lintas dilakukan setelah pekerjaan pengecoran dinding pondasi jembatan selesai. Pekerjaan selanjutnya akan difokuskan pada pengecoran kepala pondasi sebelum memasuki tahap pembangunan berikutnya.

"Karena pengecoran pondasi sudah selesai, jadi mulai hari ini buka-tutup," kata Asep.

Sebelumnya, akses di sekitar Jembatan Kompa ditutup sementara untuk mendukung pekerjaan pengecoran dinding pondasi. Kondisi jalan yang sempit serta ukuran jembatan yang mencapai sekitar 24 meter membuat kontraktor membutuhkan ruang kerja yang memadai agar proses konstruksi dapat berjalan.

"Dikarenakan jalan sempit dan panjang jembatan 24 meter, jadi pihak kontraktor menutupnya," ujarnya.

Meski kini kendaraan dapat melintas secara bergantian, pengguna jalan perlu memperhatikan bahwa sistem buka-tutup tersebut hanya bersifat sementara. Ketika pembangunan memasuki tahap pekerjaan kepala jembatan, akses akan kembali ditutup sepenuhnya demi kelancaran dan keamanan pekerjaan konstruksi.

"Setelah menginjak pekerjaan kepala jembatan, ditutup total sampai lantai jembatan kering dan telah diaspal," jelas Asep.

Ia memperkirakan masa penutupan total berlangsung sekitar 40 hingga 50 hari. Namun, pengguna jalan perlu mengikuti perkembangan pelaksanaan pekerjaan di lapangan karena akses baru dapat dibuka kembali setelah tahapan konstruksi yang diperlukan selesai.

Untuk mengantisipasi dampak penutupan terhadap mobilitas masyarakat, Asep mengimbau pengendara agar merencanakan perjalanan lebih awal dan menggunakan jalur alternatif, terutama ketika penutupan total mulai diberlakukan.

"Masyarakat mohon keridhoannya untuk menggunakan akses lain seperti Jalan Caringin-Cidahu dan atau melalui jalan alternatif lainnya," pungkasnya. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengecoran Pondasi Jembatan Kompa Mulai, Arus Lalin Buka-Tutup

Trending Now

Iklan