Ketua LPER Wilayah Sukabumi Andre Tri Prabowo: Peternak Harus Adaptif, Program Pemerintah yang Bermanfaat Patut Dihargai

Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 | 19:11 WIB Last Updated 2026-10-19T12:12:24Z
terbit.id, Sukabumi - Ketua Pengurus LPER Wilayah Sukabumi, Andre Tri Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas berbagai program yang dinilai telah memberikan manfaat bagi peternak rakyat. Menurutnya, perhatian terhadap keberlangsungan usaha peternakan kecil perlu disambut dengan sikap terbuka, sekaligus diimbangi semangat peternak untuk terus berinovasi dan meningkatkan kemandirian usaha.

Andre menilai bahwa keberlangsungan peternakan rakyat tidak hanya bergantung pada kemampuan peternak menghadapi tantangan usaha, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan, komunikasi yang baik, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha di lapangan.

Atas dasar itu, ia menyampaikan penghargaan kepada Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog atas berbagai upaya yang dinilai telah merespons kebutuhan peternak rakyat.

“Dalam menjalankan usaha, kita harus bisa bersikap objektif. Ketika ada program yang memberikan manfaat, sudah sepatutnya kita mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih. Sebaliknya, jika masih ada hal yang perlu diperbaiki, kita sampaikan sebagai bahan evaluasi. Bagi saya, keduanya bisa berjalan bersama demi kemajuan peternakan rakyat,” ujar Andre Tri Prabowo, Senin(19/10/2026). 

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani beserta seluruh jajarannya.

Menurut Andre, upaya pemerintah dalam merespons aspirasi peternak merupakan bagian penting dari proses membangun sektor peternakan yang lebih kuat. Ia berharap program-program yang manfaatnya telah dirasakan oleh peternak kecil dapat terus dievaluasi dan dikembangkan agar pelaksanaannya semakin tepat sasaran.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa peternak rakyat harus memiliki daya juang dan kemandirian dalam menjalankan usahanya. Perubahan kondisi ekonomi dan dinamika pasar menuntut setiap pelaku usaha untuk mampu membaca situasi, menghitung risiko, serta mencari peluang yang dapat menunjang keberlanjutan usaha.

“Jangan sampai kita hanya menunggu keadaan berubah atau berharap seluruh persoalan diselesaikan oleh pemerintah. Peternak juga harus mau berbenah, memperbaiki manajemen usaha, menghitung biaya produksi dengan cermat, dan mencari peluang yang memungkinkan untuk dikembangkan,” katanya.

Andre turut menyoroti program pemerintah terkait penanaman jagung sebagai peluang yang patut dipelajari dan dimaksimalkan. Menurutnya, keterlibatan peternak dalam kegiatan yang berkaitan dengan sektor pertanian dapat menjadi salah satu upaya memperluas peluang usaha, sepanjang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing.

Ia berharap program tersebut dapat dikembangkan melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, koperasi, dan peternak rakyat. Dengan perencanaan yang matang, peluang yang tersedia diharapkan dapat mendukung kegiatan ekonomi peternak sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

“Bagi kami di LPER Wilayah Sukabumi, setiap peluang yang baik perlu dipelajari. Kalau program penanaman jagung dapat dikembangkan sesuai potensi yang ada, tentu kami ingin peternak ikut mengambil bagian. Prinsipnya, kita harus terus bergerak, berinovasi, dan tidak berhenti mencari jalan untuk memperkuat usaha,” ungkap Andre.

Lebih lanjut, Andre menegaskan bahwa dunia peternakan memiliki risiko usaha yang harus dipahami oleh setiap pelakunya. Keuntungan tidak selalu dapat dipastikan, sementara kerugian merupakan kemungkinan yang harus diantisipasi melalui perencanaan dan evaluasi yang baik.

Menurutnya, ketika menghadapi kerugian, peternak seharusnya berfokus pada upaya menemukan penyebab dan memperbaiki kekurangan, bukan mencari pihak lain untuk dipersalahkan.

“Dalam usaha peternakan, untung dan rugi adalah risiko. Kalau kita mengalami kerugian, yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi usaha dan mencari solusi. Jangan sampai kita sibuk mencari kambing hitam atau menyalahkan sesama peternak. Kita harus berani belajar dari pengalaman dan memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan mengenai kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar. Setiap peternak memiliki pengalaman, skala usaha, dan kebutuhan yang tidak selalu sama. Karena itu, perbedaan sebaiknya disikapi dengan dialog yang sehat dan tidak menghilangkan semangat kebersamaan.

Andre berpandangan bahwa kritik yang disampaikan secara konstruktif dapat menjadi masukan bagi pemerintah, sedangkan apresiasi merupakan bentuk pengakuan atas upaya yang telah memberikan manfaat. Keduanya penting dalam membangun hubungan yang saling mendukung antara pemerintah dan peternak rakyat.

“Tidak ada kebijakan yang bisa memenuhi seluruh harapan setiap orang. Namun, kita harus tetap melihat manfaat yang ada dan menyampaikan masukan apabila masih ada kekurangan. Yang terpenting, jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita kehilangan tujuan bersama, yaitu menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat,” tambahnya.

Sebagai Ketua Pengurus LPER Wilayah Sukabumi, Andre berharap pemerintah terus memperkuat komunikasi dengan peternak agar kebijakan yang dijalankan semakin sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Ia juga mengajak para peternak untuk terus meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kerja sama, dan memanfaatkan setiap peluang secara bertanggung jawab.

Menutup pernyataannya, Andre kembali menegaskan bahwa peternak rakyat harus mampu menempatkan diri sebagai mitra pembangunan yang aktif, bukan hanya sebagai penerima manfaat program. Menurutnya, keberhasilan memperkuat sektor peternakan membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog atas upaya serta program yang manfaatnya telah dirasakan peternak rakyat. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut. Kami di LPER Wilayah Sukabumi juga berkomitmen untuk terus berinovasi, memperkuat kemandirian usaha, dan mendukung program yang sejalan dengan ketahanan pangan nasional. Apa yang sudah baik patut kita hargai, apa yang masih kurang perlu kita evaluasi, dan setiap tantangan harus kita hadapi dengan semangat mencari solusi,” tutup Andre.(dre). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ketua LPER Wilayah Sukabumi Andre Tri Prabowo: Peternak Harus Adaptif, Program Pemerintah yang Bermanfaat Patut Dihargai

Trending Now

Iklan