terbit.id, Sukabumi - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tujuh wilayah se-Kabupaten Sukabumi. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban sudah dilakukan secara intensif selama sepekan terakhir, mulai dari pasar hewan hingga lokasi peternakan.
Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya gejala penyakit hewan menular di lapangan, termasuk penyakit mulut dan kuku (PMK) yang masih menjadi perhatian pemerintah.
“Dalam satu minggu terakhir ini kami terus melaksanakan pemeriksaan terkait ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Sukabumi. Terutama memastikan hewan yang diperjualbelikan untuk ibadah kurban dalam kondisi sehat. Sampai hari ini kami belum menemukan gejala penyakit hewan menular di lapangan,” ujar Asep kepada terbit.id, Jumat (22/5/2026).
Asep menjelaskan, jumlah hewan kurban yang telah diperiksa mencapai ribuan ekor. Untuk sapi tercatat hampir 2.860 ekor, sedangkan kambing dan domba mendekati 6.000 ekor.
“Untuk sapi hampir 2.860 ekor, sementara kambing dan dombanya hampir 6.000 ekor yang sudah kami periksa,” katanya.
Meski demikian, Asep mengungkapkan, pada tahun ini terjadi penurunan populasi hewan kurban yang diperjualbelikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan tersebut diperkirakan mencapai 5 hingga 10 persen.
“Perbandingan tahun lalu dengan tahun ini ada penurunan sekitar 5 sampai 10 persen. Kemungkinan dipengaruhi daya beli masyarakat yang menurun akibat kondisi ekonomi saat ini,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan di tujuh wilayah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya di Pasar Hewan Bojongkokosan yang menjadi pusat perdagangan ternak terbesar di Kabupaten Sukabumi.
“Hari ini kami melaksanakan pemeriksaan di Pasar Hewan Bojongkokosan. Semua ternak yang akan digunakan untuk kurban diperiksa kesehatannya, termasuk saat dilalulintaskan harus dilengkapi sertifikat kesehatan hewan,” jelas Asep.
Ia menambahkan, hewan kurban jenis domba masih mendominasi di Kabupaten Sukabumi dibandingkan sapi maupun kambing.
“Di Kabupaten Sukabumi lebih banyak domba. Biasanya jumlah domba dua sampai tiga kali lipat dibanding populasi sapi yang digunakan untuk kurban,” terangnya.
Asep juga mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat memilih hewan kurban, terutama karena Indonesia masih belum sepenuhnya bebas dari penyakit hewan menular seperti PMK.
“Pilihlah hewan kurban yang sehat dengan ciri badannya gemuk, bulunya tidak kusam, matanya cerah dan gerakannya lincah. Itu salah satu tips memilih hewan kurban yang sehat dan aman untuk ibadah kurban,” pungkasnya. (R.Cking).

