Gowes Nazar Keliling Indonesia, Sutrisman Tempuh 13 Provinsi Demi Wujudkan Mimpi dan Hormati Pejuang

Redaksi
Selasa, 07 April 2026 | 17:19 WIB Last Updated 2026-04-07T10:21:16Z
terbit.id Sukabumi - Tekad kuat membawa Sutrisman Siregar (53), warga Desa Galang Suka, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menempuh perjalanan panjang mengelilingi Indonesia dengan sepeda. Perjalanan yang telah berlangsung hampir sembilan bulan ini bukan sekadar petualangan, melainkan wujud nazar sekaligus penghormatan kepada para pejuang.

Berangkat sejak 9 Juli 2025, Sutrisman mengayuh sepeda dari kampung halamannya dengan tujuan menjelajahi Nusantara. Hingga kini, ia telah melintasi sedikitnya 13 provinsi, dengan titik terakhir yang sempat ia capai di wilayah Lombok, Mataram.

Dalam perjalanannya, Sutrisman mengaku termotivasi oleh masa mudanya yang aktif di kegiatan Pramuka dan kegemarannya berkemah. Keinginan untuk berkeliling Indonesia yang dulu hanya sebatas angan-angan, kini ia wujudkan setelah berkeluarga.

“Dulu waktu muda hanya sebatas mimpi ingin keliling Indonesia. Sekarang saya niatkan sebagai nazar karena Allah, saya jalani dengan sepeda seadanya,” ujar Sutrisman, kepada terbit.id saat singgah di Polsek Parungkuda, Polres Sukabumi, Selasa (7/4/2026). 

Namun, perjalanan tersebut sempat terhenti sementara. Ia memutuskan kembali ke kampung halaman karena kondisi ibunya yang sedang sakit. Kepulangan pun tetap ia tempuh dengan sepeda, melintasi sejumlah wilayah yang sebelumnya belum ia lewati seperti Palembang dan Jambi.

Secara tidak langsung, ia mengungkapkan bahwa target besarnya adalah mengelilingi seluruh Indonesia dengan titik akhir di Aceh. Meski begitu, ia tidak memasang target waktu yang ketat, melainkan lebih menikmati setiap proses perjalanan.

“Kalau perjalanan tergantung medan. Di Sukabumi seperti Nagreg banyak tanjakan, tapi saya nikmati saja sambil melihat situs-situs bersejarah,” katanya.

Selama di perjalanan, berbagai pengalaman suka dan duka ia rasakan. Mulai dari hujan deras di tengah hutan, medan berat, hingga komentar negatif dari sebagian orang. Namun, tidak sedikit pula masyarakat yang memberikan dukungan, bahkan bantuan.

Ia juga menceritakan pengalamannya saat sepeda yang digunakan mengalami kerusakan. Beruntung, seorang pemilik bengkel di Garut membantunya tanpa biaya.

“Alhamdulillah di Garut ada Mas Atep yang membantu memperbaiki sepeda saya secara gratis. Semoga beliau diberi keberkahan dan usahanya lancar,” ucapnya.

Selain itu, Sutrisman juga memiliki keinginan sederhana namun bermakna, yakni dapat bertemu dengan para pemimpin daerah hingga Presiden sebagai bentuk silaturahmi.

“Saya hanya ingin silaturahmi, bukan minta materi. Kalau bisa bertemu dan foto bersama itu sudah jadi kebanggaan buat saya,” tuturnya.

Ia bahkan mengaku sempat mencoba bertemu sejumlah tokoh, namun belum mendapat kesempatan. Meski demikian, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melanjutkan perjalanan.

Menurutnya, perjalanan ini memberikan banyak pelajaran hidup, mulai dari mengenal budaya di berbagai daerah hingga memperluas wawasan tentang masyarakat Indonesia.

“Banyak teman, banyak pelajaran. Ini jadi pengalaman hidup untuk memperbaiki diri,” katanya.

Diketahui, Sutrisman merupakan ayah dari empat orang anak yang tetap menjadi penyemangatnya dalam menjalani perjalanan panjang tersebut.

Perjalanan Sutrisman bukan sekadar gowes lintas daerah, melainkan kisah tentang tekad, keikhlasan, dan kecintaan terhadap Indonesia yang ia jelajahi dengan penuh rasa syukur. (R.Cking). 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gowes Nazar Keliling Indonesia, Sutrisman Tempuh 13 Provinsi Demi Wujudkan Mimpi dan Hormati Pejuang

Trending Now

Iklan