-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    Gerombolan Bermotor Aniaya Warga di Warudoyong Sukabumi Hingga Alami Luka Bacok

    TERBIT.ID
    Sabtu, 03 September 2022, 15:37 WIB Last Updated 2022-09-03T14:59:36Z

    TERBIT.ID | Sukabumi - Gerombolan bermotor di Kota Sukabumi kembali meresahkan warga. Kali ini, tiga orang menjadi korban akibat aksinya di salah satu kontrakan di Jalan Arif Rahman Hakim, RT 05/04 Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat. 

    Informasi yang dihimpun terbit.id,peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/8/2022) lalu, sekitar pukul 22.00 WIB.

    Dari ketiga korban, satu diantaranya YM (28 tahun) mengalami luka serius akibat dibacok dengan senjata tajam (Sajam) di bagian tangan hingga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis, bahkan YM pun sempat akan di gorok di leher. Sedangkan kedua korban lainnya, WA (25 tahun) dan RA (28 tahun) mengalami luka ringan di bagian kepala.

    Keterangan Saksi, NZ (28 tahun) mengatakan bermula pada saat dirinya berkenalan dengan teman baru inisial W, dan dirinya sering meminta untuk diantarkan kesana kesini. Namun, setelah dirinya dekat dengan YM dan kemudian berpacaran, W tidak terima dan langsung memprovokasi temannya untuk melakukan penganiayaan kepada YM. 

    "Jadi awalnya saya kenal sama teman baru, tapi sebatas teman, mungkin dia itu baper. Nah, setelah saya berpacaran sama YM, si W itu tidak terima, terus bilang ke teman-temannya. Jadi yang berurusan dengan saya itu gak ada orangnya, dan yang melakukan penganiayaan kepada pacar saya itu tidak ada urusannya sama sekali," ujarnya, saat diwawancarai Terbit.id, Sabtu (3/9/2022).

    NZ menjelaskan, terjadinya aksi penganiayaan itu berawal di Jalan Arif Rahman Hakim, para pelaku ada tujuh orang dengan menggunakan empat sepeda motor. Saat itu sempat terjadi cekcok antara YM dan para pelaku. Kemudian para pelaku melakukan aksi pemukulan, bahkan YM pun sempat akan di gorok dengan menggunakan sajam ke bagian lehernya. Beruntung saat itu ada anggota polisi yang melintas sehingga para pelaku langsung melarikan diri.

    "Awalnya kan di jalan. Beberapa para pelaku itu juga saya dan pacar saya ada yang kenal. Disana sempat terjadi cekcok. Kemudian mereka melakukan pemukulan, bahkan pacar saya hampir mau di gorok pakai sajam, tapi alhamdulillah saat itu ada polisi yang lewat, dan akhirnya mereka pada kabur," jelasnya.

    Selang beberapa menit, kata NZ, para pelaku langsung datang ke kontrakannya yang tidak jauh dari Jalan Arif Rahman Hakim. Saat itu dirinya melarang para pelaku masuk, namun larangan itu tidak di gubris dan langsung masuk melakukan penganiayaan, sehingga YM mengalami luka bacok di bagian tangannya dengan sajam oleh salah satu pelaku yang dirinya kenal.Korban YM mengalami luka ditangan sebelah kiri akibat dibacok hingga mendapat 4 jahitan dalam dan 9 jahitan luar.

    "Si pelaku yang saya kenal itu awalnya mau ngebacok ke arah kepala pacar saya, tapi sama pacar saya ditahan pakai tangan sebelah kiri. Nah pas pacar saya darahnya berceceran ke lantai, mereka semua langsung masuk dan langsung melakukan penganiayaan, di pukul di kepala, di dada, hingga luka bacok dibagian tangan pun di pukul juga," bebernya.

    Pada saat para pelaku menganiaya YM, lanjut NZ, WA sempat ikut melerai namun para pelaku memukul WA dengan menggunakan tongkat besbol kearah kepalanya. Saat bersamaan, RA yang baru datang ke lokasi kejadian dan tidak tahu permasalahannya tiba-tiba langsung dibacok kearah kepalanya, namun beruntung lukanya tidak terlalu parah.

    "Teman saya WA itu dipukul menggunakan tongkat besbol. Sedangkan RA yang tidak tahu permasalahannya tiba-tiba dibacok kearah kepalanya, tapi lukanya tidak parah. Saat itu juga banyak orang yang ada di lokasi kejadian, tapi mungkin mereka pada takut karena ada dua orang pelaku membawa sajam," ungkapnya.

    Setelah para pelaku pergi, masih kata NZ, dirinya bersama WA langsung membawa YM ke RSUD Syamsudin SH untuk mendapatkan penanganan medis dan membuat surat visum sekitar pukul 23.00 WIB. Kemudian setelah mendapat perawatan medis, dirinya WA dan YM datang ke Polres untuk membuat laporan polisi (LP) pada Sabtu (27/8/2022) dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB.

    Usai membuat LP, anggota polisi meminta keterangan dan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dari mulai kejadian awal di jalan raya sampai ke kontrakan anggota polisi itu juga mengambil dokumentasi di dalam kontrakan karena masih ada ceceran darah di lantai.

    "Dikarenakan sudah dini hari dan polisi melihat pacar saya pucat, anggota polisi itu menyarankan agar datang kembali ke Polres hari Sabtu untuk dimintai keterangan lagi," ucapnya.

    Sementara itu, korban YM menyampaikan, pada Jumat (2/9/2022)kemarin sore dirinya bersama NZ dan WA dipanggil kembali ke Polres. Dirinya mengira tujuan dipanggil itu sudah ada pelaku yang berhasil ditangkap. Namun saat tiba di Polres, dirinya bersama NZ dan WA itu dipanggil untuk dimintai keterangan kembali.

    "Jadi saya kira, kemarin Jumat dipanggil ke Polres itu sudah ada hasilnya, tapi pas datang kesana polisinya minta keterangan lagi. Sudah seminggu, padahal udah lama. Pelaku yang saya lihat itu ada tujuh orang, dan tiga orang lainnya saya kenal dan saya memberikan poto ketiganya ke polisi. Saya berharap dipercepat aja penangkapan para pelakunya," singkatnya. (Boy). 
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru