-->
  • Jelajahi

    Copyright © TERBIT.ID | BERITA TERBIT HARI INI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Health

    Dampak PMK, Penjualan Daging Sapi di PSM Cicurug Sukabumi Menurun Hingga 70 Persen

    TERBIT.ID
    Rabu, 06 Juli 2022, 16:28 WIB Last Updated 2022-07-06T14:32:40Z

    TERBIT.ID | Sukabumi - Jelang Idul Adha 1443 H akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi, membuat para pedagang daging sapi di Pasar Semi Modern Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, keluhkan sepinya pembeli mengakibatkan penjualan menurun hingga 70 persen. 

    Pantauan terbit.id, kendati harga daging sapi di pasar Cicurug menjelang Idul Adha 1443 H masih bertahan di harga 135 ribu perkilo grams, namun sepinya pembeli dirasakan oleh para pedagang. Menurut sejumlah pedagang harga tersebut masih tergolong normal. 

    Terlihat masih banyak tergantung daging sapi dikios-kios pedagang, hal itu dirasakan karena sepinya pembeli akibat kakawatiran setelah terjadi penyakit mulut dan kuku(PMK). 

    Sepinya pembeli dirasakan oleh para pedagang daging sapi salah satunya,   A.iki mengatakan, sangat sepi pembelinya tidak seperti biasanya. 

    " Dampak dari penyakit mulut dan kuku(PMK) membuat pembeli pada ketakutan," Keluh iki. 

    Diakui iki, karena penyakit ini suasana penjualan daging di pasar Cicurug menurun drastis hingga mencapai 70 persen. 

    Sementara pedagang lain, Oman (49 tahun) menyampaikan, harga daging sapi ini tidak turun semenjak Idul Fitri, 2 Mei 2022 silam. Salah satu faktor yang menyebabkan harga daging sapi tetap bertahan adalah karena dihentikannya pasokan sapi dari Jawa ke daerah Sukabumi akibat isu penyakit mulut dan kuku (PMK). 

    "Iya harganya ngga turun dari lebaran, sekarang kan yang ada di jagal sapi dari Australia, gaada sapi jawa," ungkap Oman, Rabu (7/7/2022). 

    Mengenai isu PMK yang telah lama beredar Oman mengatakan bahwa sejauh ini daya beli masyarakat tidak terpengaruh akan hal itu.

    "Paling ada satu-dua yang nanya itu, tapi saya jelasin ke pembeli kalau daging di sini itu semuanya sehat karena kami motong sendiri, dan di tempat motongnya pun ada dokter hewannya, akhirnya mereka pun paham dan ngga ragu lagi buat beli," tutur Oman. 

    Sementara itu, Sulaeman, kepala UPTD Pasar Cicurug mengamini jika isu PMK tidak memengaruhi daya beli masyarakat hingga saat ini. 

    "Tidak ada kalau untuk isu PMK sih ngga ada keluhan ya baik dari pedagang maupun pembeli di pasar cicurug, sampai saat ini aman," ungkap Sulaeman.(Cking). 
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    KESEHATAN

    +