Health

Cuaca Buruk, Bantuan Logistik Ke Pasilambena Melalui Jalur Laut Terhambat

TERBIT.ID
Selasa, 21 Desember 2021, 11:58 WIB Last Updated 2021-12-21T04:58:33Z
 

TERBIT ■ Memasuki hari ketujuh pasca gempa 7,4 magnitudo di Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), distribusi bantuan logistik untuk warga pengungsi di Kecamatan Pasilambena, Kebupaten Kepulauan Selayar, terhambat karena faktor cuaca yang berubah-ubah.

Hal ini disampikan oleh Letkol. Kav. Adi Priatna selaku Dansatgas Penanganan Darurat Bencana Gempa 7,4 SR Kepulauan Selayar, pada Selasa (21/12/2021) di Media Center, Jl. Karaeng Bonto, Keluruhan Benteng, Kecamatan Benteng, Kepulauan Selayar.

Keterlambatan distribusi bantuan logistik untuk korban gempa yang masih belum sepenuhnya sampai ke daerah paling terdampak yakni di pulau Kalotoa, Kecamatan Pasilambena, Kepulauan Selayar. Dikarenakan faktor cuaca diperairan laut Kepulauan Selayar saat ini mulai berombak, sehingga menyulitkan proses distribusi. 

"Untuk sementara jumlah bantuan yang baru dikirim ke lokasi lokasi pengungsian di 2 kecamatan terdampak sebanyak 2.505 karung beras dan 1500 dos mi instan serta ribuan dos air mineral serta bantuan kebutuhan dasar warga dan anak dilokasi pengungsian," terang Letkol. Kav. Adi Priatna selaku Dansatgas PDDB Kepulauan Selayar.

Meski demikian proses distribusi bantuan logistik untuk korban gempa sampai saat ini masih terus dilakukan di kedua wilayah terluar Kepulauan Selayar dengan menggunakan 4 buah kapal angkutan dan untuk pulau Kalotoa menggunakan bantuan 1 buah kapal dari TNI AL dan 1 buah helikopter dari BNPB.

"Jarak tempuh ke pulau Kalotoa sendiri, kita membutuhkan waktu pelayaran 18 jam untuk sampai dengan menggunakan kapal laut, itu pun saat cuaca teduh," ujar Letkol. Kav. Adi Priatna.

Untuk diketahui diantara bantuan yang masih tertunda untuk diberangkatkan ke Pasilambena daerah terdampak gempa tersebut, diantaranya Bantuan 1000 paket sembako dari Presiden Jokowi.

"Kapal pengangkut bantuan sementara membongkar bantuan ke perahu kecil untuk didaratkan, tiba-tiba cuaca berubah dan kapal pengangkut bergerak ke pelabuhan terdekat dulu untuk cari aman dari cuaca buruk. Sehingga kapal berbalik dulu ke pelabuhan Pulau Bonerate," ungkap Letkol. Adi Priatna. (Irwan).

Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berita Terbaru